Pendahuluan
Ada dua aspek dalam
pencitraan diagnostik yaitu bagaimana memperolehcitra yang jelas sesuai dengan
aslinya dan bagaimana memperoleh citra dengankarakteristik tertentu untuk
mempertajam diagnosis (Chesney and Chesney, 1981).Hal ini dapat dilakukan
dengan optimasi saat proses pembentukan citra misalnya penentuan parameter
penyinaran yaitu arus, tegangan, dan waktu penyinaran yangtepat. Optimasi
memerlukan data percobaan berkali-kali, data karakteristik alat yangtepat,
bermacam-macam objek penyinaran, dan pengalaman yang lama.Penambahanwaktu
penyinaran akanmempertajam citra, tetapi memperbesar efek radiasi
(Cullinan,1980).Optimasi proses pembentukan citra akan menimbulkan banyak
masalah karenakarakteristik alat dan objek penyinaran radiografi yang
berbedabeda. Yang mudahdilakukan adalah penentuan parameter penyinaran minimum
yang menghasilkandosis radiasi terendah, dengan suatu kelemahan yaitu citra
yang dihasilkan (fotoRontgen) kurang baik/tajam.Untuk perlu dilakukan
pengolahan lagi dari citra hasiltersebut.Dengan melakukan scanning ke komputer,
maka citra tersebut dapat diolahsehingga menjadi citra yang jelas, bebas
darigangguan, dan dapat menonjolkanobjek-objek tertentu sesuai kebutuhan
diagnosis.
D
asar
Teori1. Citra
Istilah ³citra´ yang
digunakan dalam bidang pengolahan citra diartikansebagai suatu fungsi kontinu
dariintensitas cahaya f(x,y) dalam bidang dua dimensi,dengan (x,y)
menyatakan suatu koordinat, dan nilai f pada setiap titik (x,y)menyatakan
intensitas, tingkat kecerahan, atau derajat keabuan (Murni,1992). Jikakita
memperhatikan citra digital secara seksama, kita dapat melihat titik-titik
kecil berbentuk segiempat yang membentuk citra tersebut. Titik-titik
tersebut merupakansatuan terkecil dari suatu citra digitaldisebut sebagai
³picture element´,
³pixel´
(piksel
)
,
atau
³pel´.
Jumlah piksel per satuan
panjang akanmenentukan resolusi citra
tersebut. Makin banyak
piksel yang mewakili suatu citra, maka makin tinggi nilairesolusinya dan makin
halus gambarnyaPada sistem dengan tampilan citra digital yang dirancang dengan
baik (beresolusi tinggi), titik-titik kecil tersebut tidak dapat teramati
oleh kita yang melihatsecara normal (Sid-Ahmed,1995).Citra berwarna dapat
dinyatakan dengan banyak cara, salah satunya adalah dengan menggunakan
sinyalRGB
(R
ed-Green-Blue)
.
Padacara ini, sebuah citra
berwarna dinyatakan sebagai gabungan dari tiga buah citra
monochrome
merah, hijau, dan biru
yang berukuran sama. Warna untuk setiap pikselnya tergantung dari
komposisi ketiga komponen pada koordinat tersebut. Untuk mempermudah
pembahasan, semuaistilah citra pada laporan ini merujuk kepada citradalam
derajat keabuan (
graylevel
), di mana pada citra
berwarna direpresentasikandengan nilai yang sama pada ketiga komponen R-G-B-nya
(Kadir,2001).
2
.
Pengolahan Citra
Pengolahan citra
(
image processing)
bertujuan untuk
memperbaiki kualitascitra dengan suatu tujuan tertentu.Beberapa alasan mengapa
perlu dilakukan pengolahan citra, antara lain :1. Untuk mendapatkan citra
asli dari suatu citra yang sudah buruk karena pengaruhderau.
Proses pengolahan bertujuan untuk mendapatkan citra yang diperkirakan
mendekati citrasesungguhnya.2. Untuk memperoleh citra dengan karakteristik
tertentu dan cocok secara visualyangdibutuhkanuntuk tahap lebih lanjut dalam
pemrosesan citra.Terdapat lima proses dalam pengolahan citra digital, yaitu
image restoration,image enhancement, image data compaction, image analysis,
danimagereconstruction (Murni,1992). Disini akan dibahas dua diantaranya yaitu
imagerestoration dan image enhancemen.
Image
R
estoration
atau perbaikan
citra berhubungan dengan minimalisasi atau penghilangan degradasi tertentu
yang terdapatdalam citra sehingga didapatkan kembali citra aslinya. Degradasi
ini dapat
dipilih sedemikian rupa
sehingga¶(x,y) merupakan citra yang menonjolkan
cirikhusus dari (x,y).
Proses peningkatan citra berguna dalam pengambilan ciri citra,analisis citra,
dan menampilkan informasi citra secara visual. Proses-proses yangtermasuk dalam
peningkatan citra diantaranya adalah manipulasi tingkat keabuan dankontras
(
graylevel and
contrastenhancement),
pengurangan derau
(
noise reduction),
penajaman tepian
(
edge sharpening),
penapisan
(f
iltering),
interpolasi, pembesaran, pewarnaan
semu
(
pseudocoloring),
f
alsecoloring,
dan sebagainya
(Murni,1992).Salah satu teknik peningkatan kualitas citra lainnya adalah dengan
melakukan operasilokal seperti operasi konvolusi atau operasi transformasi,
seperti transformasi fourier ataupun transformasi wavelet.
Metode
Objek penelitian adalah
foto roentgen yang telah di scan dan sudah tersimpan dimemoricomputer.Terhadap
citra tersebut dilakukan proses peningkatan citramenggunakan filter / mask
Sobel sebagai berikut:-1 -2 -1 -1 0 10 0 0 + -2 0 21 2 1 -1 0 1Mask
tersebut diterjemahkan dalam bentuk algoritma yaitu:
Procedure
SobelFilter (input mat:real,output result:real)
Var
x,y:integer Result : realFor x := 0 to 319For y:= 0 to 199Result :=
abs(-mat[0,0] -2*mat[0,1]-mat[0,2
Tidak ada komentar:
Posting Komentar