Jumat, 02 November 2012

pengolahan citra



Pendahuluan

Ada dua aspek dalam pencitraan diagnostik yaitu bagaimana memperolehcitra yang jelas sesuai dengan aslinya dan bagaimana memperoleh citra dengankarakteristik tertentu untuk mempertajam diagnosis (Chesney and Chesney, 1981).Hal ini dapat dilakukan dengan optimasi saat proses pembentukan citra misalnya penentuan parameter penyinaran yaitu arus, tegangan, dan waktu penyinaran yangtepat. Optimasi memerlukan data percobaan berkali-kali, data karakteristik alat yangtepat, bermacam-macam objek penyinaran, dan pengalaman yang lama.Penambahanwaktu penyinaran akanmempertajam citra, tetapi memperbesar efek radiasi (Cullinan,1980).Optimasi proses pembentukan citra akan menimbulkan banyak masalah karenakarakteristik alat dan objek penyinaran radiografi yang berbedabeda. Yang mudahdilakukan adalah penentuan parameter penyinaran minimum yang menghasilkandosis radiasi terendah, dengan suatu kelemahan yaitu citra yang dihasilkan (fotoRontgen) kurang baik/tajam.Untuk perlu dilakukan pengolahan lagi dari citra hasiltersebut.Dengan melakukan scanning ke komputer, maka citra tersebut dapat diolahsehingga menjadi citra yang jelas, bebas darigangguan, dan dapat menonjolkanobjek-objek tertentu sesuai kebutuhan diagnosis.
D
asar Teori1. Citra
Istilah ³citra´ yang digunakan dalam bidang pengolahan citra diartikansebagai suatu fungsi kontinu dariintensitas cahaya f(x,y) dalam bidang dua dimensi,dengan (x,y) menyatakan suatu koordinat, dan nilai f pada setiap titik (x,y)menyatakan intensitas, tingkat kecerahan, atau derajat keabuan (Murni,1992). Jikakita memperhatikan citra digital secara seksama, kita dapat melihat titik-titik kecil berbentuk segiempat yang membentuk citra tersebut. Titik-titik tersebut merupakansatuan terkecil dari suatu citra digitaldisebut sebagai
³picture element´, ³pixel´
(piksel
 )
, atau
³pel´.
Jumlah piksel per satuan panjang akanmenentukan resolusi citra

tersebut. Makin banyak piksel yang mewakili suatu citra, maka makin tinggi nilairesolusinya dan makin halus gambarnyaPada sistem dengan tampilan citra digital yang dirancang dengan baik (beresolusi tinggi), titik-titik kecil tersebut tidak dapat teramati oleh kita yang melihatsecara normal (Sid-Ahmed,1995).Citra berwarna dapat dinyatakan dengan banyak cara, salah satunya adalah dengan menggunakan sinyalRGB
(R
ed-Green-Blue)
. Padacara ini, sebuah citra berwarna dinyatakan sebagai gabungan dari tiga buah citra
monochrome
merah, hijau, dan biru yang berukuran sama. Warna untuk setiap pikselnya tergantung dari komposisi ketiga komponen pada koordinat tersebut. Untuk mempermudah pembahasan, semuaistilah citra pada laporan ini merujuk kepada citradalam derajat keabuan (
 graylevel 
), di mana pada citra berwarna direpresentasikandengan nilai yang sama pada ketiga komponen R-G-B-nya (Kadir,2001).
2
. Pengolahan Citra
Pengolahan citra
image processing)
 bertujuan untuk memperbaiki kualitascitra dengan suatu tujuan tertentu.Beberapa alasan mengapa perlu dilakukan pengolahan citra, antara lain :1. Untuk mendapatkan citra asli dari suatu citra yang sudah buruk karena pengaruhderau. Proses pengolahan bertujuan untuk mendapatkan citra yang diperkirakan mendekati citrasesungguhnya.2. Untuk memperoleh citra dengan karakteristik tertentu dan cocok secara visualyangdibutuhkanuntuk tahap lebih lanjut dalam pemrosesan citra.Terdapat lima proses dalam pengolahan citra digital, yaitu image restoration,image enhancement, image data compaction, image analysis, danimagereconstruction (Murni,1992). Disini akan dibahas dua diantaranya yaitu imagerestoration dan image enhancemen.
 Image
 R
estoration
atau perbaikan citra berhubungan dengan minimalisasi atau penghilangan degradasi tertentu yang terdapatdalam citra sehingga didapatkan kembali citra aslinya. Degradasi ini dapat

dipilih sedemikian rupa sehingga¶(x,y) merupakan citra yang menonjolkan cirikhusus dari (x,y). Proses peningkatan citra berguna dalam pengambilan ciri citra,analisis citra, dan menampilkan informasi citra secara visual. Proses-proses yangtermasuk dalam peningkatan citra diantaranya adalah manipulasi tingkat keabuan dankontras
 graylevel and contrastenhancement),
 pengurangan derau
noise reduction),
 penajaman tepian
edge sharpening),
 penapisan
(f  
iltering),
interpolasi, pembesaran, pewarnaan semu
 pseudocoloring),
 f  
alsecoloring,
dan sebagainya (Murni,1992).Salah satu teknik peningkatan kualitas citra lainnya adalah dengan melakukan operasilokal seperti operasi konvolusi atau operasi transformasi, seperti transformasi fourier ataupun transformasi wavelet.
Metode
Objek penelitian adalah foto roentgen yang telah di scan dan sudah tersimpan dimemoricomputer.Terhadap citra tersebut dilakukan proses peningkatan citramenggunakan filter / mask Sobel sebagai berikut:-1 -2 -1 -1 0 10 0 0 + -2 0 21 2 1 -1 0 1Mask tersebut diterjemahkan dalam bentuk algoritma yaitu:
Procedure SobelFilter (input mat:real,output result:real)
Var x,y:integer Result : realFor x := 0 to 319For y:= 0 to 199Result := abs(-mat[0,0] -2*mat[0,1]-mat[0,2

Tidak ada komentar:

Posting Komentar